
Setiap manusia, pasti akan merasakan yang namanya senang , gembira,sedih dan sebaginya. Ada yang mendapati kebahagian yang diberikan tidak sedikit orang lupa dengan pemberi kebahagiaan tersebut siapa, akan tetapi masih banyak juga manusia disaat dia mendapatkan kebahagian ataupun kesedihan selalu ingat terhadap yang pemberi tersebut
Hakikat manusia,diciptakan kedunia ini pada dasarnya ingin mendapatkan kebahagiaan, berbagai usaha yang dilakukannya untuk mendapatkan kebahagian itu, akan tatapi kebahagian yang hakiki bukan diukur dari bergelimangan harta yang dimiliki, melainkan karena seorang hamba itu selalu dekat dengan sang pemberi kebahagian, dimulutnya berucap syukur, dihatinya selalu dekat, tingkah lakunya selalu menampakan ketaatan kepada Nya. Itulah hakikat kebahagiaan yang sesungguhnya.
Sedangkan kesedihan, bisa melanda manusia, dikarenakan manusia atau seseorang tersebut banyak lalai terhadap sang pencipta, banyak manusia diberikan kelebihan yang diberikan Allah, tetapi selalu melupakan Allah, tidak menutup kemungkinan mereka akan selalu di hantui dengan kegelisahan, kesedihan, dan kegalauan.
Sekarang bagaimana sikap manusia dalam menghadapi kesenangan dan kesedihan yang telah ditetapkan Allah itu? Jawabanya itu sangat mudah kalau kita mendapat nikmat yakni kesenangan yang diberikan Allah hendaknya kita jangan lupa, kalaupun kita di beri kesedihan hendaknya jangan berputus asa, karena Allah tidak akan menyukai orang yang hidupnya berputus asa, yang selanjutnya bagaimana kita menyikapi denganlapang dada setiap ujian dan kesedihan melanda kita semoga Ini bermanfaat untuk kita semuanya. Amin.
Pelajaran Yang harus kita ambil dari anak kecil, tidak ada seorang anak kecil yang sifatnya putus asa, marilah kita semua mengambil ibrah itu. By : Logita. A
Posting Komentar