Ada enam perusahaan yang memenangi
tender untuk mencetak soal Ujian Nasional (UN). Salah satunya adalah PT Ghalia
yang kemudian gagal mencetak soal untuk 11 provinsi.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
M. Nuh mengakui awalnya PT Ghalia tidak lolos dalam tender. Namun kemudian
diloloskan. Mengapa Ghalia kemudian bisa lolos?
Nuh menjelaskan Ghalia lolos karena
menjadi pengganti perusahaan lain yang memenangi tender lainnya. “Saya sudah
mempelajari semua, sebenarnya di paket 3 itu, di mana sekarang itu dikerjakan
Ghalia, Ghalia itu bukanlah yang terbaik,” tutur M. Nuh, di kantor Presiden
Jakarta, Selasa (16/4/2013).
Nuh menjelaskan, pada tahap awal
ada 70 lebih perusahaan yang diseleksi. Hingga kemudian dipilihlah perusahaan
yang dianggap layak dan pantas. Terutama ketersediaan mesin, perusahaan yang
memadai dan pendukung lainnya.
Pemenang tender ditentukan
berdasarkan zonasi distribusi soal yang dibagi dalam enam paket. Setiap paket
harus dikerjakan oleh satu perusahaan. Namun, ada dua zona paket yang dimenangi
oleh satu perusahaan padahal berdasarkan aturan hal itu tidak diperbolehkan.
Karena itulah perusahaan pemenang dua paket itu harus memilih salah satu dan
kemudian melepas zona 3.
Zona 3 inilah yang kemudian
diberikan kepada Ghalia yang sebelumnya tidak lolos. Alasannya, Ghalia ada di
peringkat pertama yang tidak lolos. “Mau ndak mau, yang rangking satunya itu
naik, ya Ghalia,” jelasnya.





Posting Komentar