Tahun 2012
sudah masuk menggantikan masa sebelumnya. Banyak harapan tertumpahkan kepada
nasib pendidikan Indonesia khususnya pelajar muslim di Indonesia. Apalagi
melihat track record pendidikan tahun 2011. Banyak pelajar mengalami krisis
karakter luar biasa. Salah satunya adalah kasus tawuran wartawan dan pelajar
SMAN 6 Jakarta. Selain tawuran, persoalan kekerasan di sekolah masih marak
terjadi sehingga mengundang keresahan banyak kalangan.
Kondisi itu
tentu menyedihkan, mengingat nasib dan masa depan Indonesia ditentukan generasi
mudanya. Ketika sejak berseragam abu-abu sudah kehilangan karakter mulia, kita
layak bertanya bagaimana masa depan Indonesia? Padahal, sejak 2009 Kementerian
Pendidikan Dan Kebudayaan menegaskan sikap pentingnya pendidikan karakter. Tapi
melihat realitasnya, kebijakan pendidikan karakter masih jauh panggang dari
api.
Repotnya di
tengah berbagai malapetaka yang menimpa pelajar Indonesia. Pemerintah masih
belum serius memperbaiki kondisi pendidikan Indonesia. Salah satu kesalahan
fatal adalah krisis keteladanan. Pemerintah masih sibuk mengunggulkan aspek
intelektual dan meminggirkan nilai keagamaan (spiritualitas) dan pembinaan
emosional. Pendidikan Agama dan PPKN misalnya hanya diberikan sesi 2 jam di
sekolah. Bagaimana mungkin pendidikan karakter maksimal jika pembinaan
keagamaan dan nasionalisme minim diberikan?
Lebih
menyedihkan, ada oknum guru yang gagal memberikan teladan. Adanya kasus
penamparan guru atas perilaku siswa contohnya. Kebiasaan itu mencerminkan belum
muncul kesadaran kolektif menerapkan prinsip keteladanan. Sosok guru tidak lagi
mendapatkan kebanggaan “ layak digugu dan ditiru”. Sehingga bisa dikatakan,
persoalan keteladanan masih menjadi pekerjaan rumah pendidikan Indonesia. Untuk
itu, rasanya penting mulai dipikirkan menciptakan keteladanan baru bagi pelajar
muslim Indonesia.
Untuk itu,
perlu ada desakan kepada Kemendikbud untuk menambah pelajaran berciri
keteladanan dalam kurikulum pendidikan nasional. Pendidikan Agama khususnya
Islam dapat menjawab keresahan krisis teladan itu. Sebab Islam sudah memberikan
teladan terbaik dan agung, Rasulullah SAW. Selain itu, perlu kembali digalakkan
mengenalkan nilai nasionalisme dan kepahlawanan founding fathers Indonesia.
Mata pelajaran PPKN harus dihidupkan kembali, sebab banyak nilai strategis
kepahlawanan yang dapat ditumbuhkan ketika PPKN berhasil diterapkan.




Posting Komentar