Sebagai
agama terakhir yang sempurna, Islam memiliki karakteristik (baca; khasa’ish)
yang membedakannya dengan agama-agama yang terdahulu. Di antara karakteristik
Islam adalah:
Pertama:
Rabbaniyah (الربانية)
Karakter
pertama dinul Islam, adalah bahwa Islam merupakan agama yang bersifat
rabbaniyah, yaitu bahwa sumber ajaran Islam, pembuat syariat dalam hukum (baca;
perundang-undangan) dan manhajnya adalah Allah SWT, yang diwahyukan kepada
Rasulullah SAW, baik melalui Al-Qur’an maupun sunnah. Allah SWT berfirman QS.
32: 1-3:
الم *
تَنْزِيلُ الْكِتَابِ لاَ رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ * أَمْ
يَقُولُونَ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا
أَتَاهُمْ مِنْ نَذِيرٍ مِنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ*
“Alif
Laam Miim. Turunnya Al Qur’an yang tidak ada keraguan padanya, (adalah) dari
Tuhan semesta alam. Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: “Dia
Muhammad mengada-adakannya”. Sebenarnya Al Qur’an itu adalah kebenaran (yang
datang) dari Tuhanmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum
datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan
mereka mendapat petunjuk.”
Dengan
karakteristik ini, Islam sangat berbeda dengan agama manapun yang ada di dunia
pada saat ini. Karena semua agama selain Islam, adalah buatan manusia, atau
paling tidak terdapat campur tangan manusia dalam pensyariatannya.
Kedua:
Syumuliyah / universal (الشمولية)
Artinya
bahwa karakteristik Islam adalah bahwa Islam merupakan agama yang universal
yang mencakup segala aspek kehidupan manusia. Menyentuh segenap dimensi,
seperti politik, ekonomi, pendidikan, kebudayaan dsb. Mengatur manusia dari
semenjak bangun tidur hingga tidur kembali. Merambah pada pensyariatan dari
semenjak manusia dilahirkan dari perut ibu, hingga ia kembali ke perut bumi,
dan demikian seterusnya. Perhatikan firman Allah QS. 2: 208.
Imam Syahid
Hasan Al-Banna mengemukakan: “Islam adalah sistem yang syamil ‘menyeluruh’
mencakup semua aspek kehidupan. Ia adalah negara dan tanah air, pemerintah dan
umat, moral dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan
undang-undang, ilmu pengetahuan dan hukum, materi dan kekayaan alam,
penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, pasukan dan pemikiran. Sebagaimana
juga ia adalah aqidah yang murni dan ibadah yang benar, tidak kurang tidak
lebih.”
Ketiga:
Tawazun/ Seimbang (التوازن)
Karakter
ketiga agama Islam adalah bahwa Islam merupakan agama yang tawazun (seimbang).
Artinya Islam memperhatikan aspek keseimbangan dalam segala hal; antara dunia
dan akhirat, antara fisik manusia dengan akal dan hatinya serta antara
spiritual dengan material, demikian seterusnya. Pada intinya dengan tawazun ini
Islam menginginkan tidak adanya ‘ketertindasan’ satu aspek lantaran ingin
memenuhi atau memuaskan aspek lainnya, sebagaimana yang terdapat dalam agama
lain. Seperti tidak menikah karena menjadi pemuka agamanya, atau meninggalkan
dunia karena ingin mendapatkan akhirat. Konsep Islam adalah bahwa seorang
muslim yang baik adalah seorang muslim yang mampu menunaikan seluruh haknya
secara maksimal dan merata. Hak terhadap Allah, terhadap dirinya sendiri,
terhadap istri dan anaknya, terhadap tetangganya dan demikian seterusnya.
Keempat:
Insaniyah (الإنسانية)
Karakter
yang keempat adalah bahwa Islam merupakan agama yang bersifat insaniyah.
Artinya bahwa Islam memang Allah jadikan pedoman hidup bagi manusia yang sesuai
dengan sifat dan unsur kemanusiaan. Islam bukan agama yang disyariatkan untuk
malaikat atau jin, sehingga manusia tidak kuasa atau tidak mampu untuk
melaksanakannya. Oleh karenanya, Islam sangat menjaga aspek-aspek ‘kefitrahan
manusia’, dengan berbagai kelebihan dan kekurangan yang terdapat dalam diri
manusia itu sendiri. Sehingga dari sini, Islam tidak hanya agama yang seolah
dikhususkan untuk para tokoh agamanya saja (baca: ulama). Namun dalam Islam
semua pemeluknya dapat melaksanakan Islam secara maksimal dan sempurna. Bahkan
bisa jadi, orang awam akan lebih tinggi derajatnya di hadapan Allah dari pada
seorang ahli agama. Karena dalam Islam yang menjadi standar adalah ketakwaannya
kepada Allah.
Kelima:
Al-Adalah / Keadilan (العدالة)
Karakteristik
Islam berikutnya, bahwa Islam merupakan agama keadilan, yang memiliki konsep
keadilan merata bagi seluruh umat manusia, termasuk bagi orang yang non muslim,
bagi hewan, tumbuhan atau makhluk Allah yang lainnya. Keadilan merupakan inti
dari ajaran Islam, apalagi jika itu menyangkut orang lain. Allah berfirman:
(QS. 5: 8)
اعْدِلُوا
هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا
تَعْمَلُونَ
“Berbuat
adillah kalian, karena keadilan itu dapat lebih mendekatkan kalian pada
ketaqwaan. Dan bertakwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui terhadap apa yang kalian kerjakan.”
Inilah
beberapa karakteristik terpenting dari agama Islam. Di luar kelima
karakteristik ini, sesungguhnya masih banyak karakteristik Islam lainnya.
Kelima hal di atas hanyalah sebagai contoh saja.
Penutup
Inilah
sekelumit informasi mengenai Al-Islam, yang tidak lain dan tidak bukan adalah
agama yang benar-benar bersumber dari Allah SWT, yang tiada keraguan sedikit
pun mengenai kebenarannya. Islam merupakan agama sempurna yang menyempurnakan
agama-agama terdahulu yang sudah banyak dikotori oleh campur tangan pemeluknya
sendiri.
Tiada jalan
bagi kita semua melainkan hanya menjadikan Islam sebagai pegangan hidup dalam
segala hal, dalam beribadah, bermuamalah, berpolitik, berekonomi,
berpendidikan, bersosial dan lain sebagainya. Kebahagiaan merupakan hal yang
insya Allah akan dipetik, oleh mereka-mereka yang memiliki komitmen untuk
melaksanakan Islam secara kaffah, sebagaimana para pendahulu-pendahulu kita.
Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang baik. Aamiin.
Wallahu
A’lam Bishawab.





Posting Komentar