Istilah
teknik sering dihubungkan dengan teknologi atau sejenisnya. Ilmu teknik atau
dalam bahasa inggris disebut engineering sebenarnya
merupakan ilmu untuk merekayasa. Objek yang akan direkayasa sangat banyak.
Keberagaman objek inilah yang menyebabkan keberagaman jenis program studi
keteknikan di dunia kuliah.
Salah satu
program studi keteknikan adalah teknik industri. Jika diartikan kata-perkata,
teknik industri adalah ilmu untuk merekayasa atau merekonstruksi industri.
Definisi tersebut tidaklah salah tetapi belum mencakup pengertian dari teknik
industri sebenarnya. Menurut IIE (institute of industrial
engineering), industrial engineering is concerned with the design, improvement,
and installation of integrated systems of people, materials, information,
equipment, and energy. It draws upon specialized knowledge and skill in the
mathematical, physical, and social sciences together with the principles and
methods of engineering analysis and design to specify, predict, and evaluate
the results to be obtained from such systems.
Nah, bagaimana
peran teknik industri dalam Islam? Dalam teknik industri, kita mengenal kata
“optimasi”. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki seorang industrial engineer adalah bagaimana untuk
mengoptimalkan pendapatan. Cara pengoptimalannya juga sangat banyak, beberapa
di antaranya adalah menurunkan biaya produksi, mengefisienkan proses produksi
dan melakukan perancangan sistem yang efektif dan efisien.
Contohnya
adalah seorang pengusaha ingin mendirikan sebuah pabrik semen di sebuah kota.
Tetapi ada sebuah pertimbangan besar sebelum pabrik semen itu didirikan yaitu
lokasi bahan bakunya-berupa batu kapur-berada di pedalaman yang cukup jauh dari
kota. Jika pengusaha itu tetap mendirikan pabrik di kota maka akan muncul biaya
lain seperti biaya transportasi dan sebagainya. Sedangkan jika pabrik itu malah
akan didirikan di pedalaman, tentu saja pendistribusian ke konsumen atau ke
toko-toko juga akan semakin sulit karena kebanyakan dari konsumen berada di
kota.
Masalah di
atas haruslah dianalisis dengan hati-hati, karena salah membuat keputusan akan
membuat kerugian dan memunculkan biaya yang semestinya bisa ditiadakan.
Biaya-biaya inilah yang dalam Islam dikenal dengan kata “mubadzir ataupun
boros”. Padahal Allah sendiri menerangkan dalam Al-Quran.
“Dan
berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin
dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan
(hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah
saudara-saudara setan, … (Al-Isra’:
26-27)
Peminimalan
pemborosan inilah yang menjadi salah satu kajian dari mahasiswa teknik
industri. Beberapa mata kuliah yang mendukung dalam proses ini adalah
Perancangan Tata Letak Pabrik (PTLP), Akuntansi Manajemen, Production Planning and Inventory Control, Operation Research, Pemilihan Bahan dan Proses
Manufaktur,Feasibility Study, Supply Chain Management dan
lainnya.
Dalam
masalah di atas, tentu pertama sekali yang kita lakukan adalah melakukan
analisis kelayakan terhadap industri pabrik semen tersebut, apakah layak dan
menguntungkan atau malah merugikan. Jika layak maka tahap selanjutnya kita akan
menentukan lokasi terbaik dari pabrik tersebut berdasarkan aliran rantai pasok,
simulasi dan semacamnya baru kemudian dilakukan perancangan tata letak pabrik.
Hal di atas adalah gambaran singkat proses yang dilakukan sehingga akan
terhindar dari pemborosan biaya-biaya yang seharusnya dapat ditiadakan. Bisa
dibayangkan jika pemborosan biaya tersebut muncul setiap hari selama
bertahun-tahun pabrik semen tersebut berjalan maka dapat dihitung berapa banyak
uang yang telah kita sia-siakan.
Jadi,
setiap keputusan yang akan kita buat harus berdasarkan pemahaman dan ilmu yang
sesuai. Tetapi hal yang terpenting adalah pemahaman terhadap ilmu dunia harus
dibarengi dengan pemahaman serta kecintaan pada ilmu untuk akhirat





Posting Komentar